Rate This News

Average: 0/5

Korban Orang Hilang: Pak SBY, Jangan Diam Saja...

NEWS: Korban Orang Hilang: Pak SBY, Jangan Diam Saja...

TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN - Korban, keluarga korban, dan orang tua korban pelanggaran HAM serta penculikan aktivis mendirikan tenda di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (27/9/2010). Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Kontras dan IKOHI mendirikan te TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN - Korban, keluarga korban, dan orang tua korban pelanggaran HAM serta penculikan aktivis mendirikan tenda di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (27/9/2010). Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Kontras dan IKOHI mendirikan te

 

Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
Selasa, 28 September 2010 | 17:48 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Inilah suara hati para orangtua korban orang hilang. Harapan mereka, semoga Presiden SBY selaku pemimpin tertinggi negeri ini mau mendengarnya.

Harjo Utomo jauh-jauh datang dari Malang, Jawa Timur, ke Jakarta untuk kembali melanjutkan perjuangan mempertanyakan nasib anaknya, Petrus Bimo Anugrah. Selama 13 tahun, Harjo memendam kerinduan. Sejak 31 Maret 1998, nasib Bimo tak diketahui.

Bimo yang kala itu berusia 24 tahun aktif di pergerakan mahasiswa. Ia tercatat sebagai mahasiswa STF Driyarkara. Kali ini, setahun setelah rekomendasi DPR atas kasus penghilangan paksa 1997/1998, Harjo berharap Presiden "bersuara".

"Pak SBY mbok ya jangan diam saja," harapnya, Selasa (28/9/2010) di Gedung DPR, Jakarta. Bersama para keluarga orang hilang, Harjo turut dalam aksi tenda keprihatinan di depan Istana Negara, sejak kemarin. "Selama 12 tahun lebih kami memperjuangkan kebenaran dan keadilan, tapi sampai saat ini belum dapat jawaban. Kami minta agar Dewan mendesak Presiden SBY untuk melaksanakan rekomendasi tersebut. Respons pemerintah belum pernah kami rasakan," kata Harjo.

Ia pun mempertanyakan sikap pasif pemerintah. "Kenapa Presiden kok diam. Sebagai orang awam, kami enggak tahu. Kami berharap media menyampaikan harapan kami agar Presiden mendengar suara kami. Kami tidak akan berhenti. Semoga setelah ini SBY tidak diam mendengarkan dengan mata hatinya," harapnya.

Harapan juga diutarakan Tuti Koto, ibunda Yani Afri, salah satu korban orang hilang. "Pak SBY jangan takut untuk menuntaskan kasus ini. Dia orang nomor satu di republik ini," kata Tuti lantang.

Keluarga orang hilang meminta agar Presiden mengambil sejumlah kebijakan politik untuk menindaklanjuti rekomendasi DPR. Di antaranya, menerbitkan Keppres tentang pembentukan pengadilan HAM Adhoc untuk kasus penghilangan orang secara paksa, menerbitkan Keppres tentang pembentukan Komisi Orang Hilang untuk melakukan pencarian 13 korban yang masih dinyatakan hilang, dan menyusun Peraturan Presiden mengenai mekanisme rehabilitasi dan kompensasi bagi korban dan keluarga korban.

0 Comments

Add Comment

You must be logged in to post a comment. Click here to login