Perbaikan Harus Diikuti Pengurangan Utang

Program:

NEWS: Perbaikan Harus Diikuti Pengurangan Utang

Perbaikan Harus Diikuti Pengurangan Utang

 

Rabu, 19 Januari 2011
Kenaikan Peringkat

JAKARTA – Kenaikan peringkat utang Indonesia dari Ba2 ke Ba1 oleh lembaga pemeringkat internasional, Moody’s, tidak akan berpengaruh signifikan terhadap masuknya kembali arus dana asing membeli Surat Berharga Negara (SBN). Pasalnya, Indonesia telah diprediksikan market akan mendapatkan perbaikan rating. “Saya kira karena kenaikannya baru kemarin, belum terlihat ada dampak yang signifikan tetapi pada dasarnya sudah ada ekspektasi bahwa Indonesia akan mendapatkan rating itu sudah tecermin pada besarnya minat asing membeli SUN,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto di Jakarta, Selasa (18/1).

Kendati belum signifi kan, kalau melihat arus modal asing yang masuk ke dalam Surat Berharga Negara (SBN) jumlahnya sudah sangat besar. Pada Januari tahun ini sudah mencapai 87 triliun. Dengan upgrade dari Moodys itu, pihaknya optimistis minat dari investor asing lebih besar, sehingga berimbas pada turunnya imbal hasil dari SBN yang diterbitkan oleh pemerintah. “Saya kira mereka akan masuk dalam jumlah yang lebih besar,”katanya.

Ekonom dari Institute for Development Economy and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika mengatakan perbaikan peringkat berpengaruh pada sumber pendanaan yang diperoleh biayanya lebih murah, terutama bunga utang dan perbendaharaan lainnya sehingga akan memberikan efek yang positif terhadap keuangan negara. Perbaikan paparnya, harus diikuti niat pemerintah mengubah visi pembangunan yang bergantung pada utang.

Sebab itu, dia mengingatkan, perbaikan peringkat jangan hanya dilihat dari satu sisi yakni penurunan beban biaya untuk berutang, tetapi harus diikuti niat untuk terus mengurangi utang. Peringkat yang membaik justru berpotensi digunakan untuk terus menarik utang, sehingga biayanya berkurang, tetapi stoknya terus ditambah.

Dengan peringkat sebelumnya, kata Erani, porsi mereka sudah mencapai 80-82 persen, apalagi jika rating meningkat. Menarik Secara terpisah, Direktur Eksekutif International NGO Forum on Indonesia Development (INFID) Donatus Klaudius Marut mengatakan kenaikan peringkat utang Indonesia sebagai bukti surat utang Indonesia masih menarik diperjualbelikan di pasar sekunder.

Meskipun mereka menerima imbal hasil yang relatif turun, tetapi tetap memperoleh keuntungan pada volume investasinya. “Kalau dengan peringkat itu, pemerintah menambah jumlah surat utang, akan tetap menarik untuk pasar, sehingga stok utang makin meningkat,” katanya.
lex/E-9

http://koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=73106

Comments

There are no comments.

Add Comment



You must be logged in to post a comment. Click here to login.