Rate This News

Average: 0/5

Advertisement

TKW Tewas di Dubai, Keluarga Terima Santunan

NEWS: TKW Tewas di Dubai, Keluarga Terima Santunan

Pekerja migran saat tiba di Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta (Dokumentasi BNP2TKI) Pekerja migran saat tiba di Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta (Dokumentasi BNP2TKI)
 
Nur Aisah bekerja sebagai petugas kebersihan di Dubai saat terkena serangan jantung
Rabu, 20 Oktober 2010, 12:26 WIB
Renne R.A Kawilarang, Denny Armandhanu

VIVAnews - Keluarga seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang tewas di Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA), menerima uang santunan dari perusahaan tempat dia bekerja. Pemberian santunan ini diberikan setelah pihak perusahaan didesak oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Dubai.

Nur Aisah Jamuki Iya, 35, yang telah bekerja selama sembilan tahun di sebuah klub wanita di kota Sharjah, Dubai, meninggal pada 4 Juli 2010 karena serangan jantung.  Jenazah Aisah telah dipulangkan ke Indonesia dan dimakamkan di kampung halamannya di Cianjur pada 26 Juli 2010.

“Aisah bekerja sebagai petugas kebersihan saat dia terkena serangan jantung,” ujar Konsul Jenderal Indonesia di Dubai, Mansyur Pangeran, pada acara serah terima santunan kematian Aisah di gedung Kementerian Luar Negeri, Selasa 19 Oktober 2010.

Menurut Mansyur, KJRI Dubai telah mencairkan dana santunan kematian berupa asuransi dari Ladies Club, tempat Aisah bekerja,  dan diserahkan kepada keluarganya yang diwakili oleh suami Aisah Bubun Bunyamin.

Jumlah santunan yang diterima keluarga Aisah sebesar AED14.778 atau sekitar Rp33.545.500. Serah terima dilakukan oleh Mansyur kepada Direktur Perlindungan WNI Kemlu, yang kemudian menyerahkannya kepada suami Aisah.

Mansyur menjelaskan bahwa Aisah adalah TKW pada sektor formal yang memiliki dokumen perjalanan yang sah dan legal sehingga mudah untuk pengurusan santunan dari perusahaan yang mempekerjakannya. Sementara itu, masih banyak terdapat TKI yang datang ke PEA dengan tidak mempunyai dokumen lengkap atau tidak jelas sehingga menyulitkan proses pendampingan.

“Banyak pekerja asal Indonesia yang tidak memiliki informasi yang memadai mengenai asal-usulnya, mapun dokumen yang lengkap, sehingga kami perlu mencari tahu yang menjadikan proses semakin lama,” ujar dia.

Mansyur menjelaskan ada sekitar 90.000 WNI tinggal di PEA, 80 persen di antaranya bekerja di sektor informal. KJRI Dubai, ujar Mansyur, telah menampung 700 WNI yang meminta untuk dipulangkan ke tanah air. Sebelumnya, 180 WNI telah dipulangkan ke Tanah Air dan 400 lainnya telah dipekerjakan kembali.(ywn)

• VIVAnews

0 Comments

Add Comment

You must be logged in to post a comment. Click here to login