Selasa, 12/10/2010 - 06:14
MAJALENGKA, (PRLM).- Meskipun tidak ada larangan secara resmi dari pemerintah pusat melalui pemerintah daerah tentang penundaan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke tiga negara, masing-masing Kuwait, Yordania dan Malaysia, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Majalengka masih menunda pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI), baik untuk sektor formal maupun informal sejak tiga bulan lalu.
Akibat terjadinya pengetatan persyaratan serta adanya pelarangan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, kini pengiriman TKI asal Majalengka ke luar negeri mengalami penurunan cukup drastis, lebih dari 70 persen dari tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Majalengka H.Wawan Gunawan, saat dihubungi Senin (11/10), penundaan pengiriman tenaga kerja tersebut karena belum diperolehnya kesepahaman perlindungan ketenagakerjaan. Sementara untuk negara lainnya, seperti Yordania dan Kuwait, karena adanya persoalan keamanan di kedua negara tersebut.
"Untuk pengiriman tenaga kerja ke tiga negara itu kita masih menunggu kabar dari pemerintah pusat, hingga kapan pengiriman dihentikan dan kapan mulai dibuka kembali," ujarnya.
Mengenai TKI asal Majalengka yang ada di Malaysia, Yordania, dan Kuwait, Wawan mengatakan, jumlahnya tidak mencapai ratusan. Bahkan pada tahun 2010, untuk tiga negara tersebut, tidak ada pengiriman TKI asal Majalengka karena negara-negara tersebut kurang begitu diminati oleh tenaga kerja asal Majalengka.
Ia menuturkan, total pengiriman TKI asal Majalengka ke luar negeri pada tahun 2008 mencapai 1.522 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.242 orang sebagai tenaga kerja informal ke sejumlah negara di Timur Tengah, selebihnya ke negara Asia, seperti Singapura, Hongkong, Jepang dan lain-lain.
Kemudian tahun 2009, jumlah pengiriman TKI lebih sedikit, hanya sebanyak 553 orang, serta tahun 2010 hingga bulan September hanya mencapai 192 orang. Sebanyak 89 orang di antaranya ke Arab Saudi serta 75 orang lainnya ke Taiwan. (C-29/A-147)***
Site Options
0 Comments
Add Comment